<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/8674301543822630503?origin\x3dhttp://kapanpulang.kontras.org', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
K_PAN PULA_G?
Beranda
Tentang
Kontak
#2
Thursday, 31 August 2017August 31, 2017




Sosoknya berdiri tegap seakan menantang maut
Hatinya berteriak, namun air matanya sudah habis
Sembilan belas tahun menunggu keadilan,
Sembilan belas tahun menunggu fana

Beribu janji diberikan kepadanya
Seakan segalanya akan baik-baik saja
Namun, kenyataannya janji hanyalah janji
Yang diucap, lalu diingkari

Mau sampai kapan hal ini berlanjut?
Mau sampai kapan ada hari peringatan?
Sembilan belas tahun, dua puluh lima tahun, lima puluh tahun?
Mau sampai kapan?

Maha benar penguasa negeri ini dengan segala firmannya




31 Agustus 2017
Raisa Widiastari
Untuk Ibu Sumarsih, Ibu Darwin, dan orang tua korban lainnya