#5
Thursday, 31 August 2017August 31, 2017
Sajak Kisah Kelam Sejarah Perlawanan
Hanya sebuah sajak sederhana, tentang jeritan jiwa yang tenggelam dalam kemunafikan
Sajak ini bercerita, cerita akan tenggelamnya sang surya tertutup awan mendung masa masalalu
Sajak ini bersuara, menyuarakan masa suram dalam sebuah tragedi
Sajak ini bernyanyi, menyayikan lagu sendu beriring tangis dalam bimbang
Hanya sebuah sajak sederhana
Masih ingatkah kita?
Sepenggal kisah yang takan pernah terlupa,
Takan mempan terlindas oleh gerusan roda zaman
Takan mempan terlindas oleh gerusan roda zaman
Tertanam tumbuh mengakar dalam setiap rongga ingatan
Orang pintar dibodohkan
Orang gagah melawan dihilangkan
Masa kelam dalam kisah sejarah perlawanan
Apa artinya sebuah perjuangan?
Penjajah telah jauh dari pelupuk mata,
Bambu runcing lapuk termakan zaman
Bambu runcing lapuk termakan zaman
Bukan perkara menentang penjajah,
Bangsa sendiri menjadi lawan
Bangsa sendiri menjadi lawan
Baku hantam hal yang biasa
Penguasa kaum pribumi menjadi dewa
Demokrasi dibatasi
Tahta tak bisa digoyahkan
Tinggi memuncak diatas langit
Suara kegelisahan rakyat dirubahnya sumbang
Rakyat menjerit rintih tanahnya disulap menjadi beton kokoh menjulang ke angkasa
Tegas melawan adalah pilihan
Suara-suara lantang tentang perlawanan telah terbungkam oleh raungan suara senapan,
Suara-suara kebenaran dicekal oleh penculikan
Suara-suara kebenaran dicekal oleh penculikan
Orang baik telah hilang rimbanya, tenggelam beriring rayuan waktu
Takan ada orang baik yang tersisa, jika ada maka tidak akan hidup sejahtera
Yang tersisa hanyalah orang-orang gila akan kekuasaan
Barisan pengamanan bernamakan “bunga”
Namun harumnya tak semerbak namanya berderet berurutan bak pion terkomando raja
Orang benar telah ditiadakan, atas kehendak penguasa bermahkotakan Kristal berlian
Bersenandung lagu bersyair kemunafikan
Bersenandung lagu bersyair kemunafikan
Menindas rakyat jelata kegemarannya
Tanah serta bangunan harta berharga baginya
Ingat teringat dan harus selalu kita ingat
Zaman baru bukan berarti kita lupakan zaman lalu
Demokrasi takan bisa dibatasi
Bangkit melawan membangun sebuah perjuangan adalah keharusan
Bambu runcing lapuk kini berubah menjadi pena tajam bak belati,
Siap menghujam tirani dalam setiap jiwa penguasa
Suara-suara bernada sumbang tentang kebenaran di gaungkan kembali bersama dalam sepi
Tahta penguasa harus digoyahkan, Bungkam lagu bersyair kemunafikan
Jeritan pilu rakyat harus dibela
Robohkan bangunan yang dibangun oleh penguasa di tanah milik rakyat,
Kembalikan pada rakyat
Kembalikan pada rakyat
Rakyat berhak hidup sejahtera
Sebagai orang yang hidup di zaman baru
Wajib atas tuntutan kepada penguasa,
Mengungkap fakta dalam sebuah ironi
Wajib atas tuntutan kepada penguasa,
Mengungkap fakta dalam sebuah ironi
Perjuangkan setiap perlawanan
Kemana perginya orang baik yang melawan
kemana perginya orang baik yang hilang rimbanya
kemana perginya orang baik yang di tiadakan
Ungkap tragedi kelam penculikan
Hapuskan syair lagu kemunafikan, penguasa bersenandung lagu bersyair kujujuran
Yogyakarta, 7 Mei 2016
Muhammad Yusuf Alfiyanto
Ig: @muhyusufalfiyanto






