<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/8674301543822630503?origin\x3dhttp://kapanpulang.kontras.org', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
K_PAN PULA_G?
Beranda
Tentang
Kontak
#12
Friday, 1 September 2017September 01, 2017






(Tentang Mereka) Yang hilang & Yang ditinggal
  
Rezim demi rezim telah berganti
Namun ketidakadilan tak kunjung usai
2 dekade (1997-1998) sudah mereka (aktivis) di hilangkan
Sungguh kejahatan yang berkelanjutan
"Yang ditinggal" akan tetap berada di sisi kiri jalan di seberang Istana
Di setiap Kamis mempertanyakan dan menanti jawaban sang penguasa
Kerinduan akan "yang hilang" akan terus berselimut dalam pikiran "yang ditinggal"
Walaupun sejatinya "yang hilang" sudah bersemayam dengan tenang
Dan damai jauh di dalam jiwa "yang ditinggal"




Jakarta, 1 September 2017
Rahaddis Adiyoga