<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/8674301543822630503?origin\x3dhttp://kapanpulang.kontras.org', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
K_PAN PULA_G?
Beranda
Tentang
Kontak
#16
Monday, 4 September 2017September 04, 2017




Segala Mungkin Dalam Kepalanya

Semalam aku terbangun dalam kamar pinjaman yang sumpek ini
Baju tak kuganti berhari-hari, sudah bolong di sana-sini
Tak sengaja kumelihat sosok diriku di cermin yang retak atasnya
Aku tak kenal lagi siapa diriku, yang ada di cermin hanya setengahnya

Kala sedang sembunyi, aku lupa siapa aku
Tidak, mereka suruh lupa siapa aku
Aku dipaksa untuk melupakan keberadaanku
Sembunyi, biar aman, aku sedang dikejar tuanku

Ingin rasanya tangan ini mengetuk pintu rumahku
Memeluk istri dan anakku
Menyeruput teh manis dari mertuaku
Ah ! Sungguh aku rindu !
Tapi tak bisa aku pulang
Biarlah aku menulis dalam remang
Tentang para jenderal yang sedang gamang,
menghadapi rakyat yang siap berperang.

Biarlah mereka yang merindu menemukanku dalam lembaran koran pagi
Aku yang mungkin menghilang tanpa jejak, tak terdengar lagi
Biarlah kutetap hidup dalam untaian kata yang aku tinggal,
Memberi bercak pada wajah para jenderal.
  
  


Jakarta, 1 September 2017
Bima Prawira Utama