#21
Wednesday, 13 September 2017September 13, 2017
Barisan puisi yang tak pernah mati
Saat aku bahagia,
Kerap kali aku lupa.
Ada mereka yang berbalut luka,
Dengan senyum terbuka.
Perutku kembung penuh kopi,
Sehingga sulit untuk kupejamkan malam.
Mereka makan dalam mimpi,
Sengaja dipaksanya terpejam.
Sering kutunda datangnya mentari
Namun mereka ingin segera bertemu matahari
Berharap lebih indah di esok hari
Sepatu yang berjalan tanpa kaki
Jejak yang terpahat tanpa di injak
Cucuran peluh yang menetes tanpa daki
Atau lolongan anjing yang diam tak teriak
Barisan puisi yang tak pernah mati
Suara merdu alam yang enggan diam
Gerimis hujan yang datang kemudian pergi
Bulan gelap menyelimuti mereka yang lelap
Bandung, 2016
Zamzami Nurrohmat






